DEFINISI TAXONOMI DALAM ILMU PERPUSTAKAAN


taxonomy

Secara umum, taksonomi berkaitan dengan upaya manusia mengelola pengalaman, persepsi, dan pengetahuannya melalui kegiatan kategorisasi. Dengan kata lain, taksonomi berhubungan erat dengan klasiflkasi. Umat manusia melakukan kegiatan taksonomi sejak lama sekali, sehingga ada yang disebut taksonomi klasik (classical taxonomy) sebagaimana dipraktikkan oleh filsuf Yunani, Artistoteles (384-322 SM), yang kemudian memunculkan praktik khusus di bidang biologi, sebagaimana dipraktikan oleh Charles Darwin untuk mengelompokkan berbagai objek ke dalam kategori dan hirarki, sehingga melahirkan apa yang dikenal dengan taksonomi biologi. Sampai sekarang biologi adalah ilmu yang sangat berkepentingan dengan taksonomi. Namun kini taksonomi juga dipakai dalam berbagai bidang, dan dalam konteks perpustakaan digital maka kita harus membicarakan taksonomi yang dikaitkan dengan sistem informasi. Continue reading

WEEDING (PENYIANGAN) BAHAN PUSTAKA


WeedingCLC

Pengguna yang dilayani perpustakaan akan berubah kebutuhannya dari waktu kewaktu. Sebagai contoh perguruan tinggi mungkin berubah kurikulumnya, ataupun dengan adanya kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sebagian materi bahan pustaka menjadi usang (Yulia: 1998).

Menurut Lasa (2005) penyiangan (weeding) adalah upaya pengeluaran sejumlah koleksi dari perpustakaan karena dianggap tidak relevan lagi, terlalu banyak jumlah eksemplarnya, sudah ada edisi baru, atau koleksi itu termasuk terbitan yang dilarang. Koleksi ini dapat ditukarkan dengan koleksi perpustakaan lainnya, dihadiahkan, atau dihancurkan untuk pembuatan kertas lagi.

Penyiangan koleksi (weeding) adalah kegiatan pemindahan/penarikan/ pengeluaran bahan pustaka yang kurang atau sudah tidak dimanfaatkan oleh pengguna ke gudang/tempat penyimpanan (Nurjanah, 2010). Menurut Spiller (1999) dalam Winoto (2004), penyiangan diartikan sebagai kegiatan pemindahan koleksi dari satu tempat ke tempat lain, pencabutan koleksi dari jajarannya atau, penyimpanan suatu koleksi ke tempat yang tidak diperuntukkan bagi untuk umum. Continue reading

KEYSTONE DIGITAL LIBRARY


Keystone Library Network

Aplikasi Perpustakaan Digital Keystone adalah bagian dari manajemen konten digital, manajemen portal dan temu kembali informasi yang dikembangkan secara bersamaan untuk menyediakan layanan perpustakaan digital. Semua fungsi aplikasi tersebut dapat diakses melalui Web browser dengan menggunakan 8 browser yang berbeda. Ada satu jenis tampilan pengguna dan halaman admin yang dapat berfungsi untuk melihat dan menggunakan semua layanan administrasi serta pembuatan metadata pada seluruh aplikasi. Dua komponen yang terdapat pada aplikasi tersebut adalah Keystone Organizer dan Keystone Retriever. Keystone Organizer merupakan sebuah layanan manajemen konten digital dan portal layanan manajemen yang berfungsi untuk menyimpan konten digital dan memberikan fasilitas untuk pembuatan metadata dengan tujuan menjelaskan konten tersebut. Hal ini juga berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan pada lembaga atau instansi dengan menggunakan layanan pencarian, layanan pengambilan dan layanan akses dokumen yang disebut dengan Keystone Retriever. Continue reading

LIBRARY PATHFINDER: PUSTAKAWAN


Pustakawan Home

Menurut Canfield (1972:287), a library pathfinder  is a checklist of references to those basic sources representing the variety of forms in which information on a specific topic can be found. (Panduan Pustaka yang berarti merupakan checklist pengantar untuk subjek-subjek tertentu dan didesain untuk membimbing para pemustaka perpustakaan pada tahapan awal penelusuran literatur).

Pustakawan adalah projek open source yang memudahkan pustakawan dan profesional informasi lain dalam membangun pathfinder online. Selain itu juga pustakawan bisa diartikan sebagai alat berbasis web untuk memungkinkan dan memudahkan setiap pustakawan untuk membuat referensi pustakawan atau informasi lainnya secara professional untuk membuat pathfinder subjek guide berbasis web. Continue reading