ANALISIS SITIRAN


400px-Citation-analyzeMenurut Broadus, metode dasar dari kajian sitiran adalah penghitungan terhadap karya yang disitir oleh para pengarang yang digunakan untuk mempersiapkan karya tulisnya atau paling tidak yang mempunyai andil dalam penyusunan karya tulis tersebut. Lebih lanjut disebutkan bahwa kajian sitiran dapat dilakukan dengan mengamati data bibliografis literatur dari satu atau sejumlah terbitan tertentu. Selanjutnya data tersebut dicatat dan dianalisis untuk mengetahui karakteristik dari literatur yang digunakan berdasarkan subyek, bahasa, bentuk, serta usia dokumen yang disitir.

Sulistyo–Basuki (1998) menyatakan bahwa Analisis sitiran digunakan untuk mengukur pengaruh intelektual ilmuwan dari pengarang yang disitir, karena beberapa studi sitiran literatur digunakan untuk mengetahui karakteristik komunikasi ilmu pengetahuan dan banyak aspek kualitatif dari penelitian dan publikasi. Sulistyo-Basuki (2006:6) membagi penggunaan teknik analisis sitiran dalam kategori berikut:

  1. Pengembangan koleksi, kajian pemakai.

Analisis sitiran digunakan untuk merumuskan kebijakan langganan majalah dengan menilai majalah berdasarkan berapa kali sebuah majalah disitir. Digunakan pula untuk penghentian langganan berdasarkan sering tidaknya sebuah majalah disitir. Analisis sitiran mengkaji pula nilai relatif dari berbagai jenis dokumen terhadap berbagai kategori pemakai.

  1. Temu balik informasi.

Analisis sitiran digunakan untuk mengembangkan pengganti dokumen, hubungan kata kunci dokumen-pemakai dan strategi penelusuran, identifikasi berbantuan komputer mengenai artikel yang menyitir dan akses terhadap koleksi interdisipliner.

  1. Pengembangan dan pertumbuhan subjek dan koleksi subjek.

Produktivitas pengarang dan pengaruhnya terhadap pengarang lain diukur melalui sitiran. Pasangan sitiran dan ko-sitiran digunakan untuk mengkaji struktur pertumbuhan ilmiah sebuah bidang/subjek dan membuat peta batas-batas berbagai subjek.

  1. Kajian historis dan penelitian yang sedang berlangsung.

Melacak pengembangan sebuah subjek melalui kaidah waktu, densitas konteks sitiran serta menggunakan jaringan sitiran sebagai ukuran untuk menilai antar hubungan dan pengaruh berbagai pengarang beserta karya mereka.

  1. Pola komunikasi penelitian.

kajian dampak isolasi karena kendala bahasa, jarak, ketersediaan koleksi ilmiah.

  1. Untuk menghitung paro hidup sebuah bidang ilmu.

Menurut Hartinah (2002)Analisis sitiran adalah penyelidikan melalui data sitiran dari suatu dokumen, baik dokumen yang disitir maupun dokumen yang menyitir. Hartinah (2002) Menyatakan bahwa pada kajian bibliometrika banyak digunakan analisis sitiran sebagai cara untuk menentukan berbagai kepentingan atau kebijakan seperti:

  1. Evaluasi program riset.
  2. Penentuan ilmu pengetahuan.
  3. Visualisasi suatu disiplin ilmu.
  4. indikator iptek.
  5. faktor dampak dari suatu majalah (journal impact factor).
  6. Kualitas suatu majalah.
  7. Pengembangan koleksi majalah, dan lain–lain.

Menuut (Lasa, 2009) Analisis sitiran adalah Bentuk kajian terhadap sejumlah rujukan yang terdapat pada karya tulis ilmiah. Dalam sitiran ini digambarkan adanya hubungan antara sebagian atau seluruh dokumen yang disitir dengan dokumen yang menyitir. Dalam hal ini dapat dihitung seberapa banyak karya tulis yang disitir oleh para penulis ilmiah. Dari perhitungan ini dapat diketahui daftar jurnal, majalah, karya ilmiah, maupun karya akademik yang didasarkan pada frekuensi sitiran. Menurut ODLIS (Online Dictionary for Library and Information Science) analisis sitiran adalah A bibliometric technique in wich works cited in publications are examined to determine patterns of scholalry communication.

Garfield dalam Hartinah (2002) bahwa “analisis sitiran banyak digunakan dalam kajian bibliometrika karena jelas mewakili subjek yang diperlukan, tidak memerlukan interpretasi, valid dan reliable”. Dalam menggunakan kajian analisis sitiran, masalah yang perlu dipertimbangkan adalah:

  1. Hanya penulis utama yang menjadi perhatian
  2. Penulis yang mempunyai nama sama, bidang sama dibutuhkan.
  3. Jenis sumber dokumen (artikel, makalah, dan lain–lain).
  4. Tidak dibatasi oleh waktu.
  5. Untuk bidang yang multi disiplin, kesulitan untuk analisis subjek

Guha dalam Elita (2008) menyebutkan beberapa penggunaan sekunder sitiran:

  1. Dipergunakan sebagai bibliografi.
  2. Mempersiapkan daftar peringkat majalah.
  3. Dipergunakan sebagai daftar peringkat.
  4. Mengetahui hubungan penggunaan berbagai bentuk dokumen.
  5. Mengetahui umur penggunaan dokumen.
  6. Mengetahui keterhubungan dan keterkaitan subjek–subjek.
  7. Mengetahui asal–usul atau akar dari subjek ilmu.
  8. Kajian sitiran dari abstrak/indeks.

Langkah-langkah dalam melakukan analisis sitiran terhadap karya Ilmiah (Sujana, 2006) yakni sebagai berikut:

  1. Mencatat semua bahan pustaka (pengarang, judul, tempat terbit, penerbit, dan tahun terbit) yang dijadikan daftar pustaka pada sejumlah karya ilmiah yang dipilih dijadikan sebagai sampel.
  2. Daftar tersebut dicocokkan dengan data katalog perpustakaan.
  3. Diketahui berapa persentase dari bahan pustaka yang dirujuk dalam karya ilmiah tersebut tersedia di perpustakaan. Selain itu, dapat diketahui juga jenis koleksi yang banyak digunakan/ dirujuk dan judul jurnal yang paling banyak dirujuk untuk setiap bidang ilmu dari karya ilmiah tersebut.

Sebagaimana dinyatakan oleh Sutardji (2003) seperti dikutip oleh Mudzalifah (2010) mengemukakan bahwa setidaknya ada 3 aspek yang dapat dikaji dalam analisis sitasi/ sitiran yaitu:

  1. Pola sitiran. Pola sitiran disini meliputi jumlah sitiran yaitu jumlah literatur yang disitir dalam suatu karya ilmiah dan jumlah otositiran yaitu jumlah artikel yang pengarangnya menyitir karya sendiri.
  2. Pola kepengarangan. Pola kepengarangan membahas tentang jumlah penulis, penulis yang banyak disitir, maupun jenis pengarag tunggal atau ganda.
  3. Karakter dokumen. Karakter dokumen mencakup jenis literatur/ dokumen, tahun terbit, usia literatur/ dokumen, bahasa literatur/ dokumen, dan peringkat literatur/ dokumen yang disitir.

Menurut Lasa (2009) studi pustaka melalui sitiran ini akan diperoleh manfaat antara lain:

  1. Mengidentifikasi karya-karya inti
  2. Mengelompokkan sumber-sumber menurut literatur yang disitir yang memiliki kesamaan
  3. Mengetahui jenis-jenis literatur yang digunakan penulis
  4. Mengetahui rata-rata pertumbuhan dan keusangan literatur

Sumber:

Fenti Muzdalifah. (2011) Evaluasi Pemanfaatan Dan Ketersediaan Koleksi Pada Perpustakaan Program Pascasarjana Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta (Analisis Sitasi Atas Penulisan Tesis Tahun 2006). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Lasa HS. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Joan M. Reitz. ODLIS: Online Dictionary for Library and Information Science.

Sujana, Janti G. 2006. Mengoptimumkan Pengembangan Koleksi. Dalam Buletin Perpustakaan dan Informasi Bogor, Edisi 3 Oktober

Robert N. Broadus. 2007. An investigation of the validity of bibliographic citations. Journal of the American Society for Information Science

Sulistyo-Basuki. 2006. Metodologi Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra & FIB UI.

Sri Hartinah. 2002. Analisis sitiran (citation analysis). Dalam jurnal Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Depok: Masyarakat lnfonneirika Indonesia

Judy Hunter dari Grinnel College. The importance of Citatio. sumber: http://web.grinnell.edu/Dean/Tutorial/EUS/IC.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s