DEFINISI PATHFINDER LIBRARY (PANDUAN PUSTAKA)


panduan pustaka pathfinder

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia Istilah “pathfinder” berasal dari kata “path” yang berarti “jalan sempit/kecil” dan “finder” yang berarti “penemu” jadi secara harfiah artinya penemu jalan kecil. Sedangkan istilah sebenarnya adalah “Library pathfinder” yang diterjemahkan menjadi panduan pustaka yang berarti checklist pengantar untuk subjek-subjek tertentu dan didesain untuk membimbing pemustaka pada tahapan awal penelusuran literatur. Pathfinder perpustakaan adalah daftar referensi untuk sumber-sumber dasar yang mewakili berbagai bentuk di mana informasi mengenai topik tertentu dapat ditemukan. Selain itu, Pathfinder dapat diartikan juga sebuah panduan untuk membantu melakukan penelusuran tentang buku-buku atau dokumen-dokumen terkait. Jadi dapat disimpulkan menurut Arie Nugraha dalam dicarve.blogspot.co.id, pathfinder adalah panduan yang disusun oleh pustakawan, yang berisikan daftar-daftar sumber informasi dalam berbagai bentuk, seperti buku, website, jurnal, jurnal online, dll. mengenai topik tertentu, untuk membantu pemustaka mendapat sumber yang tepat mengenai topik tertentu. Continue reading

RECALL DAN PRECISION DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI


recall (perolehan) precision (ketepatan) 2

recall (perolehan) & precision (ketepatan)

Pendit (2008) berpendapat bahwa OPAC sebagai mesin pencari informasi juga membawa persoalan tentang relevansi karena secanggih apapun sebuah mesin akan sulit untuk memahami rumitnya pikiran manusia. Sehingga ilmuwan berusaha untuk menciptakan formula agar bisa membuat sistem yang bisa diandalkan, mampu mengukur efektifitas sistem dalam memenuhi permintaan informasi serta dapat mengetahui informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna (pencari informasi) dalam sebuah sistem. Oleh sebab itu, akhirnya ilmuwan membuat rumus recall dan precision untuk mengukur efektifitas sistem temu kembali informasi. Continue reading

KOMPONEN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI


pada prinsipnya menurut Houghton (1977) sistem temu kembali informasi adalah penelusuran yang merupakan interaksi antara pemakai dan sistem dan pernyataan kebutuhan pengguna diekspresikan sebagai suatu istilah tertentu. Selanjutnya dinyatakan bahwa komponen fundamental dari sistem temu kembali informasi adalah sebagai berikut:

  1. penyimpanan (storage), yaitu menyangkut analisis subjek oleh pengindeks dan penerjemahan dari istilah ke dalam bahasa pengindeksan oleh sistem.
  2. proses temu kembali (retrieval), yaitu berkaitan dengan analisis dan pernyataan penelusuran; penerjemahan pertanyaan dalam bahasa pengindeksan oleh sistem; serta formulasi dari strategi penelusuran diekspresikan sebagai suatu istilah tertentu.

Lancaster (1979) dan Doyle (1975) memandang sistem temu-kembali informasi dalam konteks siklus transfer informasi, mengatakan bahwa suatu sistem temu-kembali informasi merupakan subsistem (tahap luaran) dari sistem informasi. Lancaster juga mengatakan bahwa sistem temu-kembali informasi terdiri dari enam subsistem: Continue reading

JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI


Perkembangan Temu Kembali Informasi dari sisi user task ada 2 jenis yaitu:

  1. Model Klasik.
    1. Model Boolean : merupakan model sistem temu kembali informasi sederhana yang berdasarkan atas teori himpunan dan aljabar boolean
    2. Model Vector Space : merupakan model sistem temu kembali informasi yang merepresentasikan dokumen dan query dalam bentuk vektor dimensional
    3. Model Probabilistic : merupakan model sistem temu kembali informasi yang menggunakan framework probabilistik
  2. Model Terstruktur
    1. Non Overlapping List: Sistem yang menggunakan model ini akan membagi-bagi dokumen sebagai “wilayah teks” tertentu.
    2. Proximal Nodes: model ini menggunakan struktur indeks yang memiliki hirarki independen (non-flet) terhadap sebuah dokumen.

Taksonomi model sistem temu kembali informasi

Model IR

Model IR

Continue reading