DSPACE REPOSITORY


dspace

Dspace adalah aplikasi perpustakaan digital berbasis free software yang dikembangakan pada tahun 2002 dengan kerja sama antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) Libraries dan Hawlett-Packard (HP) dengan rilis software pertama versi 1.0. Proyek ini bermula pada tahun 2000, HP memberikan dana sebesar 1,8 milliar dolar selama 2 tahun untuk membangun arsip digital untuk MIT yang telah mengelola 10.000 artikel yang dihasilkan setiap bulan oleh pengarang di MIT. Selanjutnya pada tahun 2007, terbentuklah Dspace foundation sebagai organisasi non-profit untuk memberikan dukungan kepada komunitas-komunitas yang mucul dari intitusi-institusi yang menggunakan aplikasi Dspace.

Dspace merupakan aplikasi opensource dengan lisensi BSD (Berkeley Software Distribution) yang dikembangkan dengan tujuan untuk digunakan dalam mengelola content digital atau digital repository. Dalam hal ini yang dimaksud dengan mengelola content digital adalah mengumpulkan, mengatur, mengindeks, dan mendistribusikan koleksi digital. Dspace mendukung OAI-PMH (Open Archives Initiative-Protocol for Metadata Harvesting) sehingga dapat digunakan untuk menyimpan dan memungkinkan untuk dapat diakses secara terbuka. Standar metadata  yang digunakan pada Dspace adalah dublin core sehingga dapat digunakan untuk pertukaran metadata secara otomatis. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengelola berbagai macam konten digital seperti teks, gambar, gambar bergerak, MPEG, dan perangkat data.

Dspace memiliki sejumlah pengembang yang aktif dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta kemampuan aplikasi ini sehingga dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien oleh para pengguna. Beberapa pengembang, pelatih dan penyedia dukungan Dspace adalah sebagai berikut:

a. Stuart Lewis sebagai pengembang dan pelatih Dspace.

b. Chris Yates sebagai pengembang, penyedia dukungan dan pelatih Dspace.

c. Claudia Jurgen sebagai pengembang dan pelatih Dspace.

d. Devel listerv sebagai pengembang Dspace.

Dspace membutuhkan beberapa progam atau aplikasi tambahan untuk menjalankan aplikasi ini. Progam tambahan itu adalah Oracle Java JDK (Java Development Kit), Apache Maven 2.2.x (Java build tool), Apache Ant 1.7 or later (Java build tool), Servlet Engine: (Apache Tomcat 5.5 or 6, Jetty, Caucho Resin or equivalent) dan PostgreSQL / Oracle Database. Oracle Java JDK digunakan untuk bahasa pemrogaman pada Dspace yang membuat coding menjadi lebih mudah dan rapi. Sedangkan Apache Maven dan Apache Ant digunakan untuk merakit aplikasi Dspace yang membuat kustomisasi tampilan Dspace menjadi lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pengguna. Lalu Seylet Engine tomcat digunakan untuk menjanalakn Dpace sebagai pengguna dan Jetty atau Caucho Resin digunakan untuk konfigurasi dalam pengkodean UTF-8 secara default. Selanjutnya PostgreSQL / Oracle Database digunakan untuk membangun database pada dspace.

Dspace memiliki situs resmi yang dapat dikunjungi yaitu http://www.dspace.org/ yang berisi tentang segala macam informasi tentang aplikasi ini. Dalam situs ini dapat dilihat dokumentasi tentang apliaksi perpustakaan digital Dspace secara lengkap dan detail. Situs ini juga menyediakan video tutorial untuk memudahkan pengguna dalam memahami aplikasi ini. selain itu Dspace dapat didownload secara gratis dan juga menyediakan hosting tapi berbayar untuk keperluan tempat penyimpanan data. Tidak hanya itu, situs ini juga menyediakan forum diskusi untuk komunitas atau pengguna yang ingin membahas lebih lanjut tentang aplikasi ini.

Referensi:

DSpace. Dspace. www.dspace.org

Wikipedia. Dspace. http://en.wikipedia.org/wiki/DSpace

Hendrayanto Johan dkk. 2010. Perancangan Arsitektur Perpustakaan Digital Uph Dan Relevansi Dspace Sebagai Solusi Pengelolaan Dan Penyebaran Grey Literature. Jurnal Pustakawan Indonesia, Vol 10, No 2 (2010). http://journal.ipb.ac.id/index.php/jpi/article/viewFile/5275/3690

 

5 thoughts on “DSPACE REPOSITORY

    • kelebihan Dspace:
      1. memiliki komunitas terbesar dan terbanyak di dunia
      2. kontrol akses yang berlapis karena memiliki mekanisme dalam mengtur tingkatan admin dan user.
      3. fitur interopabilitas contohnya fitur untuk mendukung Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting (OAI PMH) yang dapat digunakan untuk pertukaran metadata secara otomatis

      kekurangan:
      1. butuh kemampuan teknis karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk melakukan kustomisasi/modifikasi/konfigurasi.
      2. pilihan bahasa sedikit karena hanya tersedia sekitar 20 bahasa.

  1. Mas Dony selamat gini hari juga selamat berkenalan
    Saya Agus Supriadi pustakawan di Perpus Kemkes.
    Saya punya masalah tentang space boleh ga sya tanya-tanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s