WEEDING (PENYIANGAN) BAHAN PUSTAKA


WeedingCLC

Pengguna yang dilayani perpustakaan akan berubah kebutuhannya dari waktu kewaktu. Sebagai contoh perguruan tinggi mungkin berubah kurikulumnya, ataupun dengan adanya kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sebagian materi bahan pustaka menjadi usang (Yulia: 1998).

Menurut Lasa (2005) penyiangan (weeding) adalah upaya pengeluaran sejumlah koleksi dari perpustakaan karena dianggap tidak relevan lagi, terlalu banyak jumlah eksemplarnya, sudah ada edisi baru, atau koleksi itu termasuk terbitan yang dilarang. Koleksi ini dapat ditukarkan dengan koleksi perpustakaan lainnya, dihadiahkan, atau dihancurkan untuk pembuatan kertas lagi.

Penyiangan koleksi (weeding) adalah kegiatan pemindahan/penarikan/ pengeluaran bahan pustaka yang kurang atau sudah tidak dimanfaatkan oleh pengguna ke gudang/tempat penyimpanan (Nurjanah, 2010). Menurut Spiller (1999) dalam Winoto (2004), penyiangan diartikan sebagai kegiatan pemindahan koleksi dari satu tempat ke tempat lain, pencabutan koleksi dari jajarannya atau, penyimpanan suatu koleksi ke tempat yang tidak diperuntukkan bagi untuk umum. Continue reading

Advertisements

PRESERVASI BAHAN PUSTAKA


ruang preservasi

ruang preservasi

Untuk dapat memahami lingkup pelestarian bahan pustaka yang terdiri dari berbagai tipe dan bahan maka dibuat bagan untuk mengelompokkan faktor-faktor penyebab kerusakan bahan pustaka, hubungan antara faktor-faktor tersebut dan cara penanggulangannya.

  1. Penyebab kerusakan bahan pustaka

Ada tiga kelompok faktor penyebab kerusakan yang menjadi masalah dalam pelestarian bahan pustaka, yaitu :

Pertama, karakteristik bahan pustaka itu sendiri : Umumnya bahan pustaka mempunyai sifat kimia dan sifat fisik yang tidak stabil. cepat atau lambatnya kerusakan bahan pustaka bervariasi. mulai dari kertas yang tahan beratus-ratus tahun sampai pada kertas yang rapuh hanya dalam waktu 10 tahun. negatif foto yang terbuat dari lembaran kaca yang dilapisi emulsinya cukup stabil tapi mudah pecah sampai dada negatif foto yang terbuat dari poliester yang lapisan emulsinya mudah buram, tapu sangat sukar robek.

Kedua, tiap-tiap tipe bahan pustaka mempunyai daya tahan yang berbeda terhadap pengaruh lingkungan tergantung dari karakteristik dan struktur dari tiap- tiap komponen yang ada di dalamnya. temperatur yang tinggi akan menyebabkan kertas menjadi getas. cahaya akan memutuskan ikatan rantai kimia pada serat sclulosa. pencemar udara seperti kulfur dioksida akan menyebabkan kertas asam sehingga menjadi rapuh.

Kelompok penyebab kerusakan yang ketiga adalah yang berasal dari manusia, terutama karena penggunaan dan penanganan yang salah, teknik penjilidan yang kurang memenuhi syarat, serta prosedur penyusunan di rak yang kurang rapi dan lain-lain. Continue reading