JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI


Perkembangan Temu Kembali Informasi dari sisi user task ada 2 jenis yaitu:

  1. Model Klasik.
    1. Model Boolean : merupakan model sistem temu kembali informasi sederhana yang berdasarkan atas teori himpunan dan aljabar boolean
    2. Model Vector Space : merupakan model sistem temu kembali informasi yang merepresentasikan dokumen dan query dalam bentuk vektor dimensional
    3. Model Probabilistic : merupakan model sistem temu kembali informasi yang menggunakan framework probabilistik
  2. Model Terstruktur
    1. Non Overlapping List: Sistem yang menggunakan model ini akan membagi-bagi dokumen sebagai “wilayah teks” tertentu.
    2. Proximal Nodes: model ini menggunakan struktur indeks yang memiliki hirarki independen (non-flet) terhadap sebuah dokumen.

Taksonomi model sistem temu kembali informasi

Model IR
Model IR

Menurut Chowdhury (1999) Sistem temu-kembali informasi dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu:

  1. Sistem temu-kembali informasi in house, yaitu Sistem temu-kembali informasi dibangun oleh perpustakaan atau pusat informasi tertentu untuk melayani terutama para pemakai dalam organisasi tersebut. Salah satu bentuk sistem temu-kembali informasi in house adalah OPAC (Online Public Access Catalogue)
  2. Sistem temu-kembali informasi online, yaitu Sistem temu-kembali informasi didesain untuk memberikan akses ke remote database kepada berbagai user. Sistem online ini menghubungkan para pemakai pada berbagai tempat melalui jaringan komunikasi elektronik. Bentuk yang paling populer dari sistem temu-kembali informasi online adalah CD-ROM dan internet.

Sistem Temu Kembali Informasi didisain untuk menemukan dokumen atau informasi yang diperlukan oleh masyarakat pengguna. Sistem Temu Kembali Informasi bertujuan untuk menjembatani kebutuhan informasi pengguna dengan sumber informasi yang tersedia dalam situasi seperti dikemukakan oleh Belkin (1980) sebagai berikut:

  1. Penulis mempresentasikan sekumpulan ide dalam sebuah dokumen menggunakan sekumpulan konsep.
  2. Terdapat beberapa pengguna yang memerlukan ide yang dikemukakan oleh penulis tersebut, tapi mereka tidak dapat mengidentifikasikan dan menemukannya dengan baik.
  3. Sistem temu kembali informasi bertujuan untuk mempertemukan ide yang dikemukakan oleh penulis dalam dokumen dengan kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan (query)

Sementara Tague-Sutcliffe (1996) menjelaskan bahwa Tujuan utama sistem temu kembali informasi adalah untuk menemukan dokumen yang sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna secara efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan kepuasan baginya. Sedangkan Secara teknis tujuan Sistem temu kembali informasi menurut Hasugian (2006) adalah menyesuaikan (matching) dengan term atau istilah yang dibangun (query) dengan term atau indeks yang ada dalam dokumen, sehingga dengan kesesuaian tersebut maka dokumen-dokumen yang relevan akan terambil (retrieved) dari database. Dokumen relevan yang terambil tersebut itulah tujuan dari Sistem temu kembali informasi.

Berkaitan dengan sumber informasi disatu sisi dan kebutuhan informasi pengguna disisi yang lain. Sistem temu kembali informasi berperan untuk:

  1. Menganalisis sumber informasi dan pertanyaan.
  2. Mempertemukan pertanyaan pengguna dengan sumber informasi untuk mendapatkan dokumen yang relevan.

Adapun fungsi utama Sistem Temu Kembali Informasi seperti dikemukakan oleh Lancaster (1979) dan Kent (1971) adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi sumber informasi yang relevan dengan minat masyarakat pengguna yang ditargetkan.
  2. Menganalisis isi sumber informasi  (dokumen)
  3. Merepresentasikan isi sumber informasi dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk dipertemukan dengan pertanyaan (query) pengguna.
  4. Merepresentasikan pertanyaan (query) pengguna dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk dipertemukan sumber informasi yang terdapat dalam basis data.
  5. Mempertemukan pernyataan pencarian dengan data yang tersimpan dalam basis data.
  6. Menemu-kembalikan informasi yang relevan.
  7. Menyempurnakan unjuk kerja sistem berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh pengguna.

Referensi:

Chowdhury, G.G. Introduction to information retrieval. London : Library Association publishing, 1999.

Dunia Perpustakaan. 2009. Pengantar Temu Kembali Informasi. staf.cs.ui.ac.id.

Hasibuan, Zainal A. 2004. Konsep Dasar Sistem Temu Kembali Informasi. Dalam alamat website di http://www.cs.ui.ac.id/WebKuliah/TKSI/MIK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s