PERKEMBANGAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI


1. Periode Peningkatan Kebutuhan (Increased Demand) 1940 – 1950an.

Hans Peter Luhn
Hans Peter Luhn

Periode ini adalah saat terjadinya perang Dunia ke 2 dimana muncul keperluan untuk laporan dan dokumen teknis dari penelitian yang menyangkut persenjataan. Akibatnya pertumbuhan laporan meningkat pesat dan membuat laporan tersebut sulit ditemukan apabila dibutuhkan. Padahal pada saat itu sudah menggunakan skema klasifikasi dan subject heading (urutan abjad dan hirarkis) namun cara lama tersebut dianggap tidak bisa mengatasi permasalahan dan juga pengerjaannya dilakukan secara manual jadi tidak efisien. kejadian ini membuat Vannevar Bush risau dan mengajak orang berpikir bagaimana membuat sistem simpan dan temu kembali yang efisien. Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1948, Hans Peter Luhn menciptakan electronic searching selector dan karena penemuannya itu, dia dianggap sebagai orang pertama yang membuat aplikasi komputer untuk bidang temu kembali informasi. Lalu perkembangan selanjutnya pada tahun 1951, Alberto F. Tompson dan Mortimer Taube memperkenalkan coordinated indexes yang berbasis uniterm (keyword) dan mengaplikasikan logika boolean yang diterapkan pada bidang komputer.

2. Periode Pertumbuhan Pesat (Rapid Growth) antara 1950an – 1980an.

Calvin Mooers
Calvin Mooers

Periode ini adalah masa dimana temu kembali informasi berkembang dengan pesat. Masa ini diawali oleh Hans Peter Luhn pada tahun 1957 sampai 1959 dengan menemukan mesin yang dapat menemukan informasi berdasarkan kecocokan kata (keyword matching), mengurutkan informasi secara sistematis (sorting) serta dapat melakukan analisis isi (content analysis). Pada tahun yang sama yaitu 1959, Calvin Mooers membuat istilah temu kembali informasi (information retrieval) dan membuat pengelompokan informasi yang dikenal dengan law for information retrieval system. Tujuan awalnya adalah untuk memungkinkan pencarian (searching) secara cepat pada sejumlah data yang banyak. Selanjutnya, Maron dan Kuhn di tahun 1961 membahas lebih jauh tentang relevansi antar dokumen dalam permasalahan pengurutan (sorting) dan pemberian peringkat dalam pengelolaan dukumen. pada tahun sekitar 60an sampai 70an juga telah muncul penelitian awal tentang temu kembali informasi berbasis teks untuk corpora abstrak ilmiah serta dokumen hukum dan bisnis dan juga pengembangan model temu kembali dengan teknik Boolean dasar dan ruang vektor.

Pada perkembangan selanjutnya pada tahun 1971, Gerard Salton Membuat sistem yang dinamakan SMART. Ia juga melakukan pendekatan awal dan melakukan pengelompokan (clustering) terotomasi. Salton juga memperkenalkan pembuatan indeks untuk dokumen, telah banyak peneliti yang berkontribusi di bidang temu kembali informasi ini dengan menerapkan berbagai metode statistik. Pada tahun 1973 untuk pertama kalinya diselenggarakan konferensi international untuk penelitian dan pengembangan di bidang temu kembali informasi. Pada tahun-tahun berikutnya, penelitian tentang teknologi temu kembali informasi di web mulai dilakukan. Setelah itu muncul mesin pencari untuk melakukan pencarian lokasi dokumen berisi informasi yang relevan dengan informasi yang dicari. Lalu muncul juga pada tahun 80an teknologi penyediaan informasi melalui jaringan terpasang (online database) yang dapat menyimpan dokumen dalam skala besar, misalnya DIALOG, LexisNexis dan MEDLINE.

3. Periode Penghapusan Mitos (Demystified Phase) antara 1980an – 1990an

CD ROM
CD ROM

Saat komputer pribadi (PC) dan keping penyimpan data (CD-ROM) semakin lama kapasitas penyimpanannya semakin besar. Ketika sistem online sudah semakinberkembang, para pengguna sebenarnya tidak bisa memakainya secara langsung. Jadi, perlu ada para perantara (intermediaries) yang menggunakannya, antara lain karena sistem itu mahal dan sulit digunakan oleh orang awam. Maka lalu ada istilah end-users (orang yang tidak melakukan pencarian, tetapi minta bantuan pustakawan untuk melakukan pencarian). Keadaan baru berubah setelah PC dan CD-ROM ditemukan. Berbagai sistem informasi dibuat menjadi semakin mudah digunakan (user friendly), sehingga mitos tentang betapa sulitnya melakukan pencarian secara terpasang (online search) pun perlahan sirna.  Setiap orang lalu dapat melakukan pencarian tanpa harus meminta bantuan kepada pustakawan.

4. Periode Jaringan (The Networked Era) tahun 1990an – sekarang

Text Retrieval Conference
Text Retrieval Conference

ketika teknologi telematika memungkinkan para pencari informasi ‘mengunjungi’ berbagai pusat penyimpanan data dan informasi yang berbeda-beda untuk melakukan pencarian secara bersamaan, atau dikenal juga dengan istilah pencarian berpencar (distributed searching). Perkembangan Internet pun akhirnya melahirkan fenomena pencarian tanpa bantuan siapa pun terhadap berbagai sumber informasi digital yang nyaris tak terhingga jumlahnya. Pada perjalanan sejarah selanjutnya kemajuan dalam penelitian banyak dilaporkan pada berbagai konferensi, misalnya pada konferensi TREC (Text Retrieval Conference) pada tahun 1992 yang membahas tentang standarisasi pengujian untuk mengevaluasi teknik temu kembali informasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s