PRESERVASI BAHAN PUSTAKA


ruang preservasi
ruang preservasi

Untuk dapat memahami lingkup pelestarian bahan pustaka yang terdiri dari berbagai tipe dan bahan maka dibuat bagan untuk mengelompokkan faktor-faktor penyebab kerusakan bahan pustaka, hubungan antara faktor-faktor tersebut dan cara penanggulangannya.

1. Penyebab kerusakan bahan pustaka

Ada tiga kelompok faktor penyebab kerusakan yang menjadi masalah dalam pelestarian bahan pustaka, yaitu :

Pertama, karakteristik bahan pustaka itu sendiri : Umumnya bahan pustaka mempunyai sifat kimia dan sifat fisik yang tidak stabil. cepat atau lambatnya kerusakan bahan pustaka bervariasi. mulai dari kertas yang tahan beratus-ratus tahun sampai pada kertas yang rapuh hanya dalam waktu 10 tahun. negatif foto yang terbuat dari lembaran kaca yang dilapisi emulsinya cukup stabil tapi mudah pecah sampai dada negatif foto yang terbuat dari poliester yang lapisan emulsinya mudah buram, tapu sangat sukar robek.

Kedua, tiap-tiap tipe bahan pustaka mempunyai daya tahan yang berbeda terhadap pengaruh lingkungan tergantung dari karakteristik dan struktur dari tiap- tiap komponen yang ada di dalamnya. temperatur yang tinggi akan menyebabkan kertas menjadi getas. cahaya akan memutuskan ikatan rantai kimia pada serat sclulosa. pencemar udara seperti kulfur dioksida akan menyebabkan kertas asam sehingga menjadi rapuh.

Kelompok penyebab kerusakan yang ketiga adalah yang berasal dari manusia, terutama karena penggunaan dan penanganan yang salah, teknik penjilidan yang kurang memenuhi syarat, serta prosedur penyusunan di rak yang kurang rapi dan lain-lain.

2.  Cara Penanggulangannya

Seperti halnya faktor penyebab kerusakan, cara penanggulanganya di bagi menjadi 3 kelompok untuk mengantisipasi faktor penyebab kerusakan dan akibat yang ditimbulkannya.

a. konservasi

konservasi
konservasi

konservasi menurut kamus besar bahasa indonesia berarti pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara mengawetkan.

cara membersihkan manuskrip dan rak menggunakan penyedot debu, sulak ataupun kuas. Selain itu kegiatan yang dilakukan agar manuskrip yang rusak agar tetap dapat digunakan yaitu dengan cara memberi sampul,. Fumigasi juga dilakukan untuk menghilangkan serangga-serangga yang ada dalam ruangan, serta dengan memberikan kapur barus atau pewangi ruangan untuk mencegah datangnya serangga.

 b. Preservasi

preservasi
preservasi

Preservasi adalah kegiatan yang terencana dan terkelola untuk memastikan agar koleksi perpustakaan dapat terus dipakai selama mungkin. Pada dasarnya Preservasi itu upaya untuk mematikan agar semua bahan koleksi cetak maupun non cetak pada suatu perpustakaan bisa tahan lama dan tidak cepat rusak.

Kegiatan yang perlu dilakukan adalah menjaga kelembaban suhu antara 26º -29º celcius. Hal ini dilakuakan agar manuskrip-manuskrip yang ada dalam ruangan tetap lembab dan tidak kering. Selain itu, memilih ruangan atau tempat yang jauh dari pemukiman penduduk untuk mencegah bila terjadi kebakaran dan jauh dari sungai untuk mencegah kebanjiran. Kemudian dengan memberikan ruangan khusus yang aliran udaranya tetap berputar. Pengaturan cahaya juga dilakukan supaya menjaga udara tetap lembab.

c. Restorasi

restorasi
restorasi

Restorasi atau perbaikan, menekankan pada pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak. kegiatan yang dilakukan agar manuskrip yang rusak agar tetap dapat digunakan yaitu dengan cara memberi sampul, sedangkan untuk manuskrip yang kertasnya sudah rusak parah diberikan kotak untuk menghindari kertas tersebut hancur. Sedangkan untuk kertas yang sudah robek ditambal menggunakan kertas khusus agar tulisan yang ada tetap dapat dibaca.

 d. Transmedia

trans media
trans media

Transmedia yang dilakaukan di perpustakaan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah yaitu dalam bentuk CD, Fie Computer, Photo, Mikrofis, Ultrafis, rool film dan rekaman. Upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan nilai informasi yang dimiliki oleh perpustakaan, yaitu :

1.  TransMedia ke Bentuk Mikro

Transmedia ke bentuk Mikro yaitu penulisan ulang atau scanning dokumen yang di alih media dan disimpan dalam storage yang disebut MikroChip atau MicroFilm. MikroChip adalah media penyimpanan data yang berukuran sekecil koin yang mampu memyimpan file hingga ratusan bahkan jutaan dokumen dalam format byte. Kelebihan bentuk mikro yaitu hemat ruang, aman dari pencurian, mudah direproduksi, murah, mudah diakses, akurat dan ekonomis.

2.  Transmedia ke Bentuk CD-ROM (Compact Disk-Read Only Memory)

Selain pelestarian informasi dalam bentuk Mikro, perpustakaan BPAD juga melakukan alih media dalam bentuk CD atau yang disebut CD-ROM. Trans media ke bentuk CD ROM, prosesnya sama seperti transmedia dalam bentuk  MikroChip, hanya saja setelah dokumen disimpan dalam bentuk data, data tersebut hanya bisa dibaca tetapi tidak bisa dirubah atau dihapus. keunggulan dan kelebihan CD-ROM yaitu :

1. merupakan sarana penyimpanan informasi berkapasitas tinggi

2. memudahkan penelusuran literatur

3. tahan terhadap gangguan elektromagnetis

4. bagi perpustakaan CD-ROM memudahkan pembuatan katalog

5. mempercepat penerbitan

sumber: observasi dan wawancara di BPAD yogyakarta

2 thoughts on “PRESERVASI BAHAN PUSTAKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s