HUBUNGAN BAHASA DAN BUDAYA


bahasa dan budaya
bahasa dan budaya

A. Istilah Bahaya dan Budaya

Istilah dalam bahasa Indonesia, sama dengan language, dalam bahasa inggris, taal dalam bahasa belanda, sprache dalam bahasa jerman, lughatun dalam bahasa arab, dan bahasa dalam bahasa sanskerta. Istilah – istilah tersebut, masing- masing mempunyai aspek tersendiri, sesuai dengan pemikirannya, untuk menyebutkan suatu unsur kebudayaan yang mempunyai aspek yang sangat luas, sehingga merupakan konsep yang tidak mudah didefinisikan. seperti yang di ungkap kan oleh para ahli:

  1. Menurut sturtevent berpendapat bahwa bahasa adalah sistem lambang sewenang – wenang, berupa bunyi yang di gunakan oleh anggota – anggota suatu kelompok sosial untuk kerja sama dan saling berhubungan.
  1. Menurut chomsky language is a set of sentences, each finite length and contructed out of a finite set of elements.
  2. Menurut keraf, bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat, berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Kebudayaan menurut Clifford Geertz sebagaimana disebutkan oleh Fedyani Syaifuddin dalam bukunya Antropologi Kotemporer yaitu sistem simbol yang terdiri dari simbol – simbol dan makna – makna yang dimiliki bersama, dan bersifat publik. Senada dengan pendapat diatas Claud Levi – Strauss memendang kebudayaan sebagai sistem struktur dari simbol – simbol dan makna – makna yang dimiliki bersama, yang dapat diidentifikasi, dan bersifat publik.

B. Hubungan Bahasa dan Budaya

Bahasa dan budaya merupakan dua sisi mata uang yang berbeda, tetapi hubungan kedua hal tersebut  tidak dapat dipisahkan, karena Bahasa merupakan cermin Budaya dan identitas diri penuturnya. Hal ini berarti, apakah Bahasa dapat mempengaruhi Budaya masyarakat atau sebaliknya?, sehingga Bahasa dapat menentukan kemajuan dan “mematikan” Budaya bangsa?

Bahasa dan Budaya adalah 2 hal yang saling terkait. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya fenomena atau realita yang menunjukan adannya hubungan antara bahasa dan budaya. Hubungan tersebut bisa berupa transformasi, saling mempengaruhi, dan lain sebagainya. Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Abdul Chaer dan Leonie dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara Bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, dimana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni hubungan yang sederajat, kedudukannya sama tinggi.

2 thoughts on “HUBUNGAN BAHASA DAN BUDAYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s