DAMPAK PERUBAHAN PARADIGMA KEPUSTAKAWANAN TERHADAP PERILAKU PUSTAKAWAN


paradigma perpustakaan

Mensikapi perubahan teknologi informasi yang terjadi, pustakawan harus menjadi pendukung dari kebebasan informasi. Teknologi informasi memberikan harapan besar untuk memberikan akses tak terbatas kepada mereka yang mencari informasi, bahkan kepada mereka yang tidak mampu secara fisik.

Perkembangan TI mengakibatkan semua bidang pekerjaan perpustakaan tidak ada lagi yang tidak mendapat sentuhan TI. Keilmuan perpustakaanpun saat ini dituntut mampu mengikuti perubahan sosial pemakainya. Perubahan dalam kebutuhan informasi, perubahan dalam berinteraksi dengan orang lain, dan dalam berkompetisi. Pustakawan perlu menyadari bahwa perlu ditumbuhkan suatu jenis kepustakawanan dengan paradigma-paradigma baru yang mampu menjawab tantangan media elektronik tanpa meninggalkan kepustakawanan konvensional yang memang masih dibutuhkan (hybrid library). Hanya dengan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pengelola perpustakaan dan tenaga fungsional pustakawan yang berkualitaslah (melalui keilmuannya) kita bisa membangun paradigma kepustakawanan Indonesia.

Pustakawan dalam hal ini sebagai “man behind the machine” pengelola informasi sudah seharusnya melakukan inovasi dalam berbagai bidang untuk bisa memanfaatkan akumulasi ilmu pengetahuan yang dimilikinya sebagai suatu kekuatan. Betapa besarnya sebuah perpustakaan, namun tidak ada sstupun yang mampu memiliki semua informasi yang dihasilkan oleh ilmuwan dan penulis di seluruh dunia. Bahkan untuk disiplin ilmu yang paling spesifik. Dalam hal ini profesionalisme pustakawan perlu mengeksplor pilihan untuk memperluas akses pemustaka ke sumber informasi dengan membangun kerjasama dengan perpustakaan atau pusat-pusat informasi yang lain. Sebagai sebuah institusi yang memberikan jasa informasi, peranan pustakawan di era teknologi informasi semakin luas. Sudah semestinya dibangun suatu paradigma “take and give” dan budaya “publish or perish”. Untuk perpustakaan-perpustakaan di Indonesia bisa dimulai dengan meng-open-kan publikasi ilmiahnya secara fulltext. Sangat disayangkan apabila berbagai pengetahuan dan penelitian “terkurung” di perpustakaan karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Dampak Perubahan Paradigma

Dampak perubahan paradigma kepustakawanan membuat para pustakawan dituntut memiliki beberapa ketrampilan, antara lain:

  1. Adaptability: Pustakawan hendaknya mampu cepat berubah menyesuaikan keadaan yang menantang. Mereka tidak selayaknya mempertahankan paradigma lama yang sudah bergeser nilainya. Pustakawan sebaiknya mampu beradaptasi dalam memanfaatkan teknologi informasi.
  2. People skills (soft skills): Pustakawan adalah mitra intelektual yang memberikan jasanya kepada pengguna. Mereka harus lihai berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dengan penggunannya.
  3. Berpikir positif: Pustakawan diharapkan mampu berpikir positif dan tidak pesimistis.
  4. Personal Added Value: Pustakawan tidak lagi lihai dalam mengatalog, mengindeks, mengadakan bahan pustaka dan pekerjaan rutin lainnya, tetapi di era global ini pustakawan harus mempunyai nilai tambahnya. Misalnya piawai sebagai navigator unggul.
  5. Team Work: Di dalam era global yang ditandai dengan ampuhnya Internet dan membludaknya informasi, pustakawan seharusnya tidak lagi bekerja sendiri. Mereka harus membentuk team kerja untuk bekerjasama mengelola informasi. Sehingga diharapkan tekanan di era industri informasi dapat dipecahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s